Selasa, 26 Juni 2012

"Tarik Militer dari Seluruh Tanah Papua"


YOGYAKARTA (UMAGI)-- Puluhan massa yang terkordinir oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Papua (FKMP-Y) berdomisili di daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan Unjuk rasa depan terminal Condong Catur, Depan rumah kediaman wakil Presiden Indonesia (Budiono). Tuntutan Mahasisa agar Sby-Budiono segerah "Tarik Militer dari Seluruh Tanah Papua" dan Membuka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi rakyat Papua. Untuk menentukan Nasib Sendiri Yaitu "Merdeka" . Mahasiswa Papua sambil menunggu kedatangan Orang nomor dua (Boediono) yang diinfokan akan tiba di Yogyakarta pada Senin (26/06/2012). Pukul 12.30 WIB dan akan beristirahat sejenak di kediamannya di Condong Catur, Sleman. Perwakilan Mahasiswa Papua (Detto) Menilai kondisi real yang sedang terjadi Papua mengandung gudangnya Pelanggaran Ham terbesar yang sedang terjadi Papua sejak Aneksasi Papua Ke Indonesia sampai Saat ini. disitulah mulai Lahirnya Malapetaka penusnaan terhadap Orang Asli Papua. Mahasiswa Juga Berharap pemerintah segerah selesaikan Persoalan ini dengan baik dan benar. tutur Mahasiswa dalam Orasinya. Tambah Lagi, Sejak Indonesia injak kaki Pertama mereka melakukan perampasan Tanah, (Trasmigrasi), Penembakan terhadap pemilik hak ulayat tanah Papua, Pemerkosaan terhadap Perempuan Papua Barat. Pemenjaraan terhadap Aktivis Papua, dan pembunuhan. dengan kepentingan Indonesia menguasai Papua. ungkapnya. Aksi tersebut memeroleh pengawalan ketat dari jajaran Sat Sabhara Polres Sleman dan Kodim Sleman Dandim Sleman Letkol satriyo Pinandoyo yang terjun langsung memback up anggota yang mengamankan aksi demo dan Inteljen Khusus Wakil Presiden, Inteljen Sleman. Para petugas sudah berjaga–jaga sejak awal sebelum para mahasiswa datang ke kediaman wakil presiden. Ketika para demonstran tiba, aparat kepolisian pun sudah bersiap membuat barikade hidup untuk menghalangi para mahasiswa memasuki areal rumah Boediono. Namun setelah Militer Indonesia ( TNI/POLRI ) melihat massa yang telah bersiap melakukan aksi demo, maka para petugas keamanan Kepresidenan ini pun mengalihkan jalur kedatangan Boediono melalui jalur Alternatif yang telah disediakan Khusus. Awalnya Aksi ini akan diadakan di jalur yang akan dilewati oleh Wakil Presiden Indonesia (Boediono) dan long march menuju ke tempat kediaman Boediono, kira-kira 150M, tetapi setelah melihat jalur yang akan dilewati Boediono telah dialihkan ke jalur yang lain, maka Korlap dan massa aksi pun memutuskan untuk melakukan long marsc menuju kediaman Boediono. Namun ketika hendak menuju tempat kediaman Boediono, massa aksi dihadang oleh Puluhan aparat Kepolisian Indonesia yang memblokade jalan menuju kediaman Boediono. Lanjut sejenak sambil menunggu arahan dari koordinator lapangan yang telah dipercayakan untuk melakukan negosiasi dengan aparat Kepolisian Indonesia yang sedang memblokade jalan. Setelah menunggu beberapa saat namun dan belum adanya kepastian dari kepolisiaan, maka korlap pun mengarahkan massa aksi untuk melangkah maju, tetapi ketikan hendak maju, massa aksi di dorong mundur oleh aparat kepolisian yang sedang memblokade jalan, karena tidak terima dengan dorongan yang dilakukan aparat, maka massa aksi dan kepolisianpun mulai melakukan aksi saling dorong beberapa saat dan massa aksi pun berhasil membobol blokade kepolisian pada ring satu ini. kemudian Setelah berhasil membobol blokade dari kepolisian ring satu, massa pun melanjutkan long march menju kediaman Boediono, namun dalam perjalanan massa aksi kembali di blokade oleh aparat gabungan (TNI/POLRI ) Kodim Sleman Polres Sleman dan Polsek Sleman dengan jumlah personil yang lebih banyak dari personil di ring satu. Setelah dihadang oleh blokade aparat gabungan ini, maka massa berhenti sejenak Menunggu komando dari korlap sambil meneriakan yel-yel " Papua...Merdeka ....Papua...Merdeka....Papua Merdeka " Papua Bukan Merah Putih Tapi Bintang kejorah Terdengar Oleh Semua orang dan sambil berorasi-orasi Politik. kordinasi yang lama antara aparat TNI/POLRI mengakibatkan ketegangan antara massa aksi dan pihak kepolisian yang akhirnya saling dorongpun terjadi. Karena melihat jumlah massa aksi yang Kurang Lebih Banyak Militer (500-an personil Intel, Tentara, Polisi Polantas). jumlah Mereka banyak, maka korlap pun memutuskan untuk meminta massa untuk mundur. Berikut Pernyataan Sikap Mahasiswa Papua Di Yogyakarta : “ TARIK MILITER DARI SELURUH TANAH PAPUA ” 1). Tarik Militer Organik dan Non Organik Dari Seluruh Tanah Papua 2). Bubarkan Kodam, Batilion 753 Nabire dan Batalion 756 Wamena 3). Tutup Penambangan Ilegal di Degeowoo dan Di Seluruh Tanah Papua 4). Buka Ruang Demokrasi Yang Seluas – Luasnya Di Tanah Papua 5). Bebaskan Tapol/Napol Di Papua Tanpa Syarat Aksi mahasiswa membawah Poster-poster Foto Korban kekerasan Penembakan oleh oknum aparat Militer (Tni-Polri) dan spanduk. Masa Aksi membubarkan diri dengan Aman walaupun Kondisi Tegang Tidak Kondusif berakhri pada pukul 15:12 Wib. Masa aksi lain menuju asrama Mahasiswa Papua Guna Evaluasi Jalannya aksi. (A/G) (Sumber : facebook.Umag)

3 komentar:

JosĂș! Barroso mengatakan...

Obrigado pelo comentario.
Volte sempre...

Rio Wemel mengatakan...

jangan omong sembarang ya.

Rio Wemel mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Social Icons

Button Color

image

riowemel1's  album on Photobucket

My Muzix

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international voip calls